Metodologi Penelitian 3


METODOLOGI PENELITIAN 3
Hallo good people!
Pergi kepasar beli kain
Tidak lupa beli ketimun
Dari pada bengong mau ngapain
Mendingan baca blog Mumun
Oke, pada pembahasan kali ini Mumun akan membahas mengenai apa itu Data. Yuk simak pembahasannya!
Data
  • Data adalah fakta empirikk yang dimpulkan oleh peneliti untuk kepentingan memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian.
  • Data penelitian dapat berasal dari berbagai sumber yang dikumpulkan dengan menggunakan berbagai teknik selama kegiatan penelitian berlangsung.
Jenis-jenis Data
  • Berdasarkan sumbernya yaitu primer dan sekunder.
  • Berdasarkan sifatnya yaitu kualitatif fan kuantitatif.
  • Berdasarkan proses atau cara mendapatkannya yaitu diskrit dan kontinum.
  • Berdasarkan skala pengukuran yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio.

Data Berdasarkan Sumbernya
  1. Data Primer
  • Data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya.
  • Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date.
  • Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung.
  • Teknik yang dapat digunakan peneliti untk mengumpulkan data primer antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus ( focus group discussion – FGD ), dan penyebaran kuesioner.
  1. Data Sekunder
  • Data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada ( peneliti sebagai tangan kedua ).
  • Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik ( BPS ), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.

Data Berdasarkan Sifatnya
  1. Data Kualitatif
  • Data yang berbentuk kata-kata bukan dalam bentuk angka.
  • Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan atau transkrip.
  • Bentuk lain data kualitatif adalah gambaran yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.
  1. Data Kuantitatif
  • Data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuatitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika.

Data Berdasarkan Proses atau Cara Mendapatkannya
  1. Data Diskrit
Data dalam bentuk angka atau bilangan yang diperoleh dengan cara membilang. Contoh data diskrit misalnya :
  1. Jumlah Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan XXX sebanyak 20.
  2. Jumlah siswa laki-laki di SD YYY sebanyak 67 orang.
  3. Jumlah penduduk di Kabupate ZZZ sebanyak 256.857 orang.
  • Karena diperoleh dengan cara membilang, data diskrit akan berbentuk bilangan bulat bukan bilangan cacah.
  1. Data Kontinum
  • Data dalam bentuk angka / bilangan yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran.

  • Data kontinum dapat berbentuk bilangan bulat atau pecahan tergantung jenis skala pengukuran yang digunakan.

Contoh data kontinum , yaitu :
  1. Tinggi badan Budi adalah 150,5 centimeter.
  2. IQ Rudi ialah 120.
  3. Suhu udara diruangan kelas 24 derajat celcius.

Data Berdasarkan Skala Pengukuran
  1. Data Nominal
Suatu himpuna yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki kesamaan tiap anggotanya serta memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lainnya.
Contoh :
  • Jenis Kelamin dibedakan yaitu laki-laki dan perempuan.
  • Pekerjaan dibedakan menjadi pegawai, guru, dan petani.
  • Golongan darah dibedakan menjadi golongan darah O, A, B,dan AB.
  • Ras dibedakan menjadi Mongoloif, Kaukasoid, Negroid, dan sebagainya.
  • Suku bangsa dibedakan menjadai suku Sunda, Jawa, Madura, dan sebagainya.
  1. Data Ordinal
Skala ordinal adalah skala variabel yang menunjukkan tingaktan-tingkatan.
Contoh :
  • Tingkat pendapatan dikategorikan yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
  • Tingkat Pendidikan yaitu SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.
  • Sikap yakni diukur dengan skala likert yaitu setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sebagainya.
  1. Data Interval
Skala interval ialah skala data kontinum yang batas variasi nilai satu dengan yang lain jelas, sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan.
Contoh :
  • Temperatur atau Suhu Tubuh sebagai skala interval suhu 36 derajat celcius, jelas lebih panas dibandingkan dengan suhu 24 derajat celcius. Akan tetapi, bisa dikatakan bahwa suhu 36 derajat celcisu satu setengah lebih panas daripada suhu 24 derajat celcius.
Alasannya yaitu penentuan skala 0 derajat celcius tidak absolut berarti tidak ada suhu atau tidak ada temperatur sama sekali.
  • Tindkat kecerdasan.
  1. Data Rasio
Skala rasio adalah skala yang disamping batas intervalnya jelas, juga variasi nilainya memiliki bata yang tegas dan mutlak atau memiliki nilai nol absolut.
Contoh :
  • Tinggi badan sebagai skala ratio, tinggi badam 180 cm dapat dikatakan memiliki selisih 60 cm terhadap tinggi badan 120 cm, hal ini juga dapat dikatakan bahwa tinggi badan 180 cm adalah satu setengah dari tinggi badan 120 cm.
  • Berat badan.

2 Komentar untuk "Metodologi Penelitian 3"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel