Metodologi Penelitian 2


METODOLOGI PENELITIAN 2
Hallo good people!
Hmm, gimana kabarnya nih? Semoga hari-hari kalian menyenangkan secerah mentari hari ini, eak :v. Kembali lagi di blog Mumun, pada pembahasan kali ini Mumun akan melanjutkan mengenai sambungan materi metodologi penelitian yang sebelumnya, kali ini akan membahas mengenai jenis-jenis penelitian, yuk simak pembahasannya !
Jenis-jenis Penelitian
  1. Jenis-jenis penelitian menurut sifat masalahnya, antara lain :
  2. Penelitian Deskriptif yaitu penelitian untuk membuat deskriptif secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta , dan sifat-sifat populasi daerah tertentu. Jika diambil hanya beberapa sampel saja, disebut survey deskriptif – Dirjen Dikti,81.
  3. Penelitian Historis, yaitu penelitian yang tujuannya untuk membuat rekonstruksi masa lampau, secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan bukti-bukti guna memperoleh kesimpulan yang akurat - Dirjen Dikti, 81.
  4. Penelitian Perkembangan ( Development Research ) yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki pola urutan perrtumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu – Dirjen Dikti, 81.
  5. Penelitian Eksperimen yaitu penelitian yang brtjuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab dan akibat dengan cara mengenakan kepada suatu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan suatu atau lebih kelompok kontrol – Dirjen Dikti, 81.
  6. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan ( Case Study and Field Research ) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang kondisi untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sebuah unit sosial baik itu individu, kelompok, dan masyarakat. Penelitian ini memiliki sifat yaitu mendalam tentang suatu unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan tersusun atau terorganisir – Dirjen Dikti, 81.
  7. Penelitian Kausal Komparatif yaitu penelitian yang menyelidiki kemungkinan sebab akibat terjadinya suatu fenomena.
  8. Penelitian Korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk meneliti sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasai faktor lain berdasarkan koefisin korelasi.
  9. Penelitian Tindakan ( Action Research ) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau bermacam cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan caraa penerapan langsung didunia kerja atau dunia actual yang lain.

  1. Jenis-jenis penelitian menurut tujuannya ( Rusidi, 91 ), antara lain :
  2. Penelitian Deskriptif ( Developmental ) yaitu penelitian yang tujuannya untuk mengetahui perkembangan saraana fisik tertentu atau frekuensi terjadinya sesutau aspek fenomena sosial tertentu, dan untuk mendeskripsikan fenomena tertentu secara terperinci – Masri Singarimbun, 82.
  3. Penelitian Penjajagan ( Eksploratif ) yaitu penelitian yang masih terbuka dan masih mencari unsur-unsur, ciri-ciri, dan sifat-sifat ( UCS ).
  4. Penelitian Penjelasan ( Ekesplanatory atau Confirmatory O yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyoroti hubungan antar variabel dengan menggunakan kerangka pemikiran terlebih dahulu, kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis.

  1. Jenis-jenis penelitian menurut pendekatannya (Masri Singarimbun, 82), antara lain :
  2. Penelitian Evaluasi.
  3. Penelitian Eksperimen.
  4. Penelitian Grounded Research.
  5. Analisis Data Sekunder.
Proses Penelitian Kuantitatif dan Proses Penelitian Kualitatif
  1. Proses Penelitian Kuantitaif
  2. Mengidentifikasi, Memilih, dan Merumuskan masalah.
    • Mengidentifikasi Masalah
  3. Mengidentifikasi masalah adlaah mencari masalah yang paling relevan dan menarik untuk diteliti.
  4. Masalah dapat dicari melalui pancaindera yaitu pengamatan langsung, pendengaran, perasaan, dan sebagainya.
  5. Permasalahan ada apabila ada kesenjanagn antara das sollen dan das sein yaitu adanya perbedaaan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan. Masalah berkaitan dengan suatu kondisi yang mengancam, mengganggu, menghambat, menyulitkan yang menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. “A problem as any situation where a gap exist between the actual and desire d dideal state – Sekaran, 92.
  6. Proses Penelitian Kuantitatif
    • Sumber Masalah
Masalah dapat diperoleh dari sumber-sumber, antara lain :
  1. Bacaan, yang mana bacaam yang berisi laporan penelitian.
  2. Seminar, yang mana diskusi dan lain-lain pertemuan ilmiah.
  3. Pernyataan pemegang otoritas.
  4. Pengamatan sepintas.
  5. Pengalaman pribadi.
  6. Perasaan intuitif.
Selain itu, masalah dapat diperoleh dari sumber-sumber berikut :
( Stonner, 1982 )
  1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan.
  2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan.
  3. Adanya pengaduan.
  4. Adanya kompetensi.

  • Memilih Masalah atau Pembatasan
Dalam mengidentifikasi masalah biasanya dijumpai lebih dari satu masalah dan tidak semua masalah dapat atau layak diteliti. Oleh sebab itu, perlu diadakan pemilihan atau pembatasan masalah.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah:
  1. Masalah tersebut layak atau tidaknya untuk diteliti, tergantung pada :
  • Ada atau tidaknya sumbangan terhadap teori dan ada tidaknya teori yang relevan dengan itu.
  • Ada atau tidaknya kegunaan untuk pemecahan masalah-masalah praktis.
  1. Managebility yaitu cukup dana, waktu, alat, bekal kemampuan teoritis, dan cukup pengusaan metode yang diperlukan.

  • Merumuskan Masalah
Setelah maslaah diidentifikasi dan dipilih atau dibatasi selanjutnya masalah tersebut hendaknya :
Setelah masalah diidentifikasi dan dipilih dibatasi selanjutnya masalah tersebut hendaknya :
  1. Dirumuskan dalam kalimat tanya ( ? ) yang padat dan jelas.
  2. Memberikan petunjuk tentang kemungkinan pengumpulan data guna menjawab pertanyaan dalam rumusan tersebut.
Contoh :
  • Apakah diverifikasi usaha lebih berhasil daripada intensifikasi usaha ?
  • Bagaimana hubungan tingkat pendidikan dengan produktivitas kerja karyawan ?
Rumusan Masalah Deskriptif :
Suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pernyataan terhadapt keberadaan variabel mandiri baik hanya pada 1 variabel atau lebih.
Contoh  :
  • Seberapa tingkat tingkat kinerja kabinet Bersatu?
  • Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga di Jakarta?
  • Seberapa tinggi tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah dibidang kesehatan ?
Rumusan Masalah Komparatif :
Suatu rumusan masalah yang membandingkan keberadaan satu variabel lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau  pada waktu yang berbeda.
Contoh :
  • Adakah perbedaan prokduktivitas kerja antara pegawai negeri, BUMN dan Swasta ? (1 Variabel pada 3 sampel )
  • Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin antara pegawai swasta Nasional dan Perusahaan Asing (2 Variabel dan 2 Sampel)
Rumusan masalah asosiatif :
Suatu rumusan masalah yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih variabel. Terdapar 3 bentuk hubungan yaitu :
  1. Hubungan simetris
Hubungan antara 2 variabel atau lebih yang munculnya bersamaan.
Contoh rumusan masalah :
  • Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon dnegan tingkat manisnya buah ?
  • Adakah hubungan antara wara rambut dengan kemampuan memimpin?
Contoh Judul Penelitian :
Hubungan Antara Banyaknya Radio di Pedesaan dengan Jumlah Septu yang terjual
  1. Hubungan Kausal
Hubungan yang bersifat sebab akibat.
Contoh rumusan masalah :
  • Adakah pengaruh sistem panggajian terhadap prestasi kerja ?
  • Seberapa besar pengaruh kepemimpinan Nasional terhadap perilaku masyarakat?
Contoh Judul Penelitian :
Pengaruh Insentif Terhadap Disiplin Kerja Karyawan di Apartemen X.
  1. Hubungan Interaktif / Resiprokal/ Timbal Balik
Hubungan yang saling mempengaruhi
Contoh :
Hubungan antara motivasi dan prestasi
Rumusan Masalah Komparatif – Asosiatif
Rumusan masalah yang menanyakan perbandingan korelasi antara dua variabel atau lebih pada sampel atau populasi yang berbeda.
Contoh :
  • Adakah perbedaan korelasi kualitas pelayanan dengan nilai penjuaalan antara Toko A dengan Toko B?
  • Adakah peredaan pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin pegawai antara Lembaga Pemerintah dan Swasta ?
Macam-macam Variabel :
  1. Variabel Independen
  • Variabel bebas
  • Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen ( terikat ).
  1. Variabel Dependen
  • Disebut variabel output, kriteria, dan konsekuen.
  • Variabel terikat
  • Variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
  1. Variabel Moderator
  • Variabel yang mempengaruhi ( memperkuat atau memperlemah ) hubungan antara variabel independent dengan dependen.
Metode Penelitian Eksperimen
  • Termasuk dalam metode penelitian kuantitatif
  • Dilakukan dilaboratorium
  • Mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan
Bentuk Desain Eksperimen
  1. Pre-Experimental Design ( Nondesigns)
  • Terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen.
  1. One-Shot Case Study : Suatu kelompok diberi treatment sebelum diberi treatment, sehingga hasilnya dapat diketahui lebih akurat.
  2. One-Group Pretest-Posttest Design : Terdapat pretest sebelum diberi treatment, sehingga hasilnya dapat diketahui lebih akurat.
  3. Intact-Group Comparison : Terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok yang diberi perlakuan atau eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan atau kontrol.
  4. True Experimental Design
    • Mengendalikan semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya
eksperimen.
  • Validasi internal ( kualitas pelaksanaan rancangan penelitian ) dapat menjadi tinggi.
  • Adanya kelompok kendali dan sampel dipilih secara random.
  1. Posttest-Only Control Design : Kelompok dipilih random, terdiri dari kelompok eksperimen dan kontrol.
  2. Pretest-Posttest Control Group Design : Kelompok dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
  3. Factorial Deisgn
Memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan ( variabel independent ) terhadap hasil ( variabel dependen )
  1. Quasi Experimental Design
Terdapat kelompok kontrol, namu tidak berfungsi sepenuhnya mengoontrol variabel luar yang mempengarhui pelaksanaan eksperimen.
  1. Time Series Design
Kelompok diberi pretest sampai 4x untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi treatment.
  1. Nonequivalent Control Group Design
Kelompok tidak dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengatahui perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.






1 Komentar untuk "Metodologi Penelitian 2"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel